Abstrak—Telah dilakukan
percobaan tentang rangkaian seri dan pararel yang bertujuan untuk mengetahui
karateristik arus dan tegangan pada rangkaian seri dan paralel serta kombinasi
seri paralel dari beberapa buah resistor. Percobaaan
rangkaian seri dan paralel ini menggunakan prinsip hukum Ohm dan hukum
Kirchoff. Digunakan dua macam percobaan, yaitu rangkaian seri
dan paralel dengan 4 variasi tegangan yang tertera pada power supply. pada rangkaian seri nilai I
selalu tetap dan nilai V berbeda untuk setiap resisror pada rangkaian.
Sedangkan pada rangkaian paralel nilai V selalu tetap dan I berbeda karena
berlaku hukum kirchoff.Pada
rangkaian seri didapatkan nilai V hitung dan V ukur. Dimana pada percobaan ini
hasil dari V hitung dan V ukur sebanding dan selisih sedikit. Pada rangkaian
paralel, didapatkan nilai I hitung dan I ukur. Dan hasil dari I hitung berdeda
cukup jauh dengan I ukur.
Eldas 1 "Penggunaan Alat Ukur"
| by Unknown
Abstrak—Telah dilakukan percobaan tentang
penggunaan alat ukur yang bertujuan untuk mempelajari karateristik VOM pada
pengukuran tegangan searah, tegangan bolak – balik, dan arus searah, serta
menggunakan VOM untuk mengukur hambatan, arus, dan tegangan. Prinsip yang
digunakan adalah medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik
yang mengalir pada kawat tembaga yang dililitkan pada inti besi lunak didalam
VOM. Medan magnet tersebut membuat timbulnya
gaya –gaya Lorentz pada inti besi. Gaya Lorentz ini memiliki arah yang
berlawanan dengan jarak tertentu. Sehingga inti besi dapat berputar, akan
tetapi perputaran inti besi tersebut dibatasi oleh pegas spiral pada VOM. Hal
ini ditujukan agar jarum dapat menunjukkan nilai tertentu dengan batas ukur
yang telah ditentukan. Percobaan ini dibagi menjadi 3 bagian sesuai tujuan,
yaitu mengukur tegangan searah, tegangan bolak-balik, dan arus searah
menggunakan VOM. Pada percobaan pengukuran tegangan searah, digunakan 3 variasi
tegangan sumber yaitu 5 V, 9 V, dan 12 V dan digunakan 2 resisitor 20 kΩ dan 33
kΩ. Nilai VAB ukur untuk setiap variasi secara berurutan adalah 2 V,
3,5 V, dan 4,5 V. Sedangkan nilai VBC ukur adalah 3 V, 5 V, dan 7 V.
pada percobaan kedua yaitu pengukuran tegangan bolak-balik digunakan 3 variasi
tegangan sumber yaitu 12 V, 15 V, dan 18 V dan digunakan 2 resisitor 33 kΩ dan
20 kΩ. Nilai VAB ukur untuk setiap variasi secara berurutan adalah 7
V, 9 V, dan 10,9 V. sedangkan nilai VBC ukur adalah 4,1 V, 5,1 V,
dan 6,5 V. Dan pada percobaan ketiga yaitu pengukuran arus searah, digunakan 2
variasi tegangan sumber yaitu 5 V dan 9 V dengan 1 buah resistor 20 kΩ. Nilai I
ukur untuk setiap variasi secara berurutan adalah 0,245 A dan 1 A.
Fisika Modern "Photovoltaic"
Selasa, 01 Juli 2014 | by Unknown
Abstrak—Telah dilakukan
percobaan Photovoltaic yang bertujuan untuk mampu menjelaskan fenomena
photovoltaic pada solar cell, mengetahui pengaruh intensitas cahaya lampu pijar
terhadap daya output solar cell, mengetahui pengaruh lebar solar cell terhadap
daya output solar cell, serta mampu mengetahui panjang gelombang cahaya
terhadap daya output solar cell. Pada percobaan kali ini digunakan dua macam
rangkaian, yaitu rangkaian paralel untuk mendapatkan nilai tegangan output dan
rangkaian seri untuk mendapatkan nilai arus output. Dan terdapat 3 variasi
untuk pengambilan data, yaitu variasi tegangan input, filter warna, dan luas
solar cell. Hasil dari percobaan ini adalah pengaruh besar intensitas
cahaya sebanding dengan daya output
solar cell, pengaruh lebar solar cell sebanding dengan daya output solar cell,
dan panjang gelombang sebanding dengan daya output solar cell, padahal pada
teori panjang gelombang akan berbanding terbalik terhadap daya output solar
cell.
Kata Kunci— Photovoltaic, solar cell,
panjang gelombang cahaya, intensitas cahaya.
Fisika Modern "Radiasi Inframerah"
| by Unknown
Abstrak—Telah dilekukan
percobaan Radiasi Inframerah yang bertujuan untuk menentukan energy kalor yang
diterima oleh air, untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kalor, dan untuk
mengetahui hubungan panjang gelombang dengan energi kalor. Percobaan ini dilakukan dengan cara
mengukur suhu air pada tabung yang terkena cahaya dari lampu pijar dengan jarak
tertentu. Data yang didapatkan pada percobaan ini adalah kenaikan suhu setiap
selang 30 detik sebanyak 10 kali. Setelah suhu didapatkan maka akan dilakukan
perhitungan untuk mencari nilai energi kalor dan panjang gelombang. Hasil dari percobaan ini adalah rata-rata
panjang gelombang saat menggunakan tabung hitam dan tabung dipolis. Ketika
menggunakan tabung dipolis, secara berurutan saat daya lampu 40, 60, dan 100
watt, rata-rata panjang gelombangnya adalah 4,3069 x10-24; 4,34831x10-24; 2,48475
x10-24 meter. Sedangkan ketika menggunakan tabung hitam, secara berurutan saat daya lampu
40, 60, dan 100 watt, rata-rata panjang gelombangnya adalah 4,65891 x10-24; 3,74369 x10-24; dan 3,34613 x10-24 meter.
Kata Kunci—radiasi inframerah, energi kalor, panjang gelombang, suhu.
Fisika Modern "SPEKTROMETER"
| by Unknown
Abstrak—Telah dilakukan percobaan
spektrometer yang bertujuan untuk mempelajari teori spektrometer prisma
dengan pendekatan eksperimental, menentukan indeks bias prisma kaca, menetukan
panjang gelombang dengan menggunakan prisma yang telah dikalibrasi, dan
mengamati spektrum warna cahaya dari panjang gelombang tertentu. Prinsip
kerja spektrometer adalah dispersi cahaya oleh prisma yang ada didalam
spektrometer. Proses dipersi ini terjadi karena perbedaan indeks bias antara
kaca dan udara. Cahaya datang (cahaya polikromatik) yang melewati prisma akan
dibelokkan mendekati garis normal prisma. Sedangkan cahaya yang keluar dari
prisma akan terdispersi menjadi beberapa cahaya monokromatik dan dibelokkan
menjauhi garis normal prisma. Dari hasil perhitungan, indeks bias prisma rata –
rata adalah 1,868. Pada lampu gas hidrogen, panjang
gelombang cahaya warna merah adalah
2039,25 Å, warna jingga 1966,46 Å, warna
kuning 1727,22 Å; warna hijau 1613,26 Å, warna biru 1392,30, dan warna ungu 1302,87 Å. Sedangkan untuk lampu
gas helium, panjang gelombang cahaya warna merah adalah 2228,76 Å, kuning 1994,52 Å, warna
hijau 1574,24 Å, dan warna ungu 1341,05 Å. Untuk kedua variasi lampu gas, nilai
error panjang gelombang rata – rata adalah 68 %.
Kata Kunci—cahaya, dispersi, panjang gelombang, prisma, spektrometer.
Tetes Minyak Milikan
| by Unknown
Abstrak—Telah dilakukan percobaan
yng berjudul Tetes Minyak Milikan. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan besar jari-jari tetesan minyak dan menentukan nilai
muatan butiran minyak. Percobaan tetes minyak Milikan ini
menggunakan prinsip bola jatuh. Data yang diperoleh berupa waktu naik dan waktu
turun butiran minyak, serta besar tegangan sumber. Percobaan dilakukan dengan
memberikan variasi pada sumber tegangan yaitu 200 V dan 300 V serta dilakukan
perulangan sebanyak 7 kali setiap pengambilan data waktu naik dan waktu turun.
Jari-jari diperoleh dari perhitungan berdasarkan penurunan rumus dari
kesetimbangan tiga gaya (gaya stokes, gaya gravitasi, dan gaya Archimedes).
Sedangkan nilai muatan butiran minyak diperoleh
dari kesetimbangan 4 gaya (gaya stokes, gaya listrik, gaya gravitasi, dan gaya
apung). Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan
didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar beda potensial semakin kecil waktu yang dibutuhkan butiran untuk naik
maupun turun sehingga semakin besar kecepatannya. Dari perhitungan rata-rata diperoleh
jari-jari butiran minyak pada variasi tegangan 200 volt
dan 300 volt berturut-turut sebesar 1,988 x 10-5 m dan 2,295 x 10-5 m. Jika dirata-rata dari kedua jari-jari itu maka dihasilkan
jari-jari sebesar 2,142 x 10-5m. Muatan tiap butiran pada variasi tegangan 200 volt dan
300 volt berturut-turut sebesar 4,696 x 10-18 C dan 5,872 x 10-18 C. Jika dirata-rata dari ketiga muatan itu
maka dihasilkan rata-rata muatan sebesar 5,284 x 10-18C. Banyaknya muatan
tiap butiran yaitu 32,984 muatan.
Langganan:
Postingan (Atom)